<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Pemikiran Tentang Dunia Bisnis, Manajemen dan Enterpreneurship</title>
	<atom:link href="http://ymanajemen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ymanajemen.wordpress.com</link>
	<description>Sharing Knowledge Konsep Bisnis dan Manajemen Modern</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Nov 2011 04:53:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ymanajemen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kumpulan Pemikiran Tentang Dunia Bisnis, Manajemen dan Enterpreneurship</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ymanajemen.wordpress.com/osd.xml" title="Kumpulan Pemikiran Tentang Dunia Bisnis, Manajemen dan Enterpreneurship" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ymanajemen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Terlena Rayuan Emas</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/11/18/jangan-terlena-rayuan-emas/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/11/18/jangan-terlena-rayuan-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Diambil dari salah satu artikel dari yahoo, mungkin bisa bermanfaat buat yang akan investasi di emas&#8230;. Magnet bisnis emas batangan memang luar biasa. Bukan hanya investor berpengalaman, bahkan ibu-ibu rumah tangga dan bujangan yang punya uang lebih ala kadarnya, ramai-ramai  belanja komoditas tersebut. Marketing yang menawarkan investasinya pun tak kalah gesit — sudah bisa datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=104&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diambil dari salah satu artikel dari yahoo, mungkin bisa bermanfaat buat yang akan investasi di emas&#8230;.</p>
<p>Magnet bisnis emas batangan memang luar biasa. Bukan hanya investor berpengalaman, bahkan ibu-ibu rumah tangga dan bujangan yang punya uang lebih ala kadarnya, ramai-ramai  belanja komoditas tersebut. Marketing yang menawarkan investasinya pun tak kalah gesit — sudah bisa datang ke rumah untuk presentasi.</p>
<p>Karena itu, sebaiknya kita pahami beberapa hal yang mempengaruhi nilai investasi komoditas ini. Jangan sampai terkena bujuk rayu atau bahkan terkena hipnotis keuntungan semu.</p>
<p>Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan investasi emas, baik melalui sistem gadai maupun jual-beli.</p>
<div><a href="http://ymanajemen.files.wordpress.com/2011/11/harga_emas_perubahan__2_.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-107" title="harga_emas_perubahan__2_" src="http://ymanajemen.files.wordpress.com/2011/11/harga_emas_perubahan__2_.jpg?w=300&#038;h=111" alt="" width="300" height="111" /></a></div>
<p><strong>Pertama</strong>, sadari bahwa sifat dari investasi — tak terkecuali investasi emas — cenderung spekulatif. Anda bisa untung, bisa juga rugi. Biasanya, untuk mengurangi potensi kerugian, digunakan perhitungan yang matang dengan memasukkan variabel yang berpengaruh. Baik positif maupun negatif.</p>
<p>Untuk itulah, alangkah baiknya Anda menanamkan uang lebih (di luar biaya operasional bulanan) dan tidak sekaligus dalam satu jenis investasi.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jangan pernah berpikir dan tertipu rayuan bahwa harga emas selalu naik. Pada tahun ini saja sudah  beberapa kali terjadi fluktuasi. Harga September misalnya, lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober. Kenaikan sebenarnya terjadi pada harga rata-rata tahunan.</p>
<p>Namun, rata-rata kenaikan tahunan itu pun tidak selalu besar. Di bursa London, sepanjang tahun 2000-2001, perubahan harga emas malah negatif (-1,7 persen dan -3,9 persen). Atau, pada tahun 2005 dan 2009, kenaikan tahunannya cuma tiga persen.</p>
<p>Satu-satunya periode yang kenaikan harganya mencapai angka 30-an persen, seperti banyak dijadikan simulasi perhitungan ketika sedang membujuk calon investor, adalah tahun 2008. Karena itu, bersikap kritislah terhadap bujukan pemasar atau orang yang akan mengelola investasi Anda.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, seperti komoditas lainnya, harga emas dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran. Satu hal yang juga perlu diingat, Bank Indonesia juga melakukan jual beli emas — yang biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas moneter. Tahun lalu, Bank Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF) melepas sebanyak 53,2 ton emas.</p>
<p>Ketika perubahan harga emas hanya tiga persen, yaitu pada tahun 2005 dan 2009, bank sentral dan IMF pada tahun sebelumnya mengguyur pasar dengan 395,8 dan 157 ton. Itulah data yang dilansir oleh World Gold Council.</p>
<p>Saat ini, ada kesepakatan para bank  sentral yang disebut sebagai Central Bank Gold Agreement, agar emas yang dilepas di pasar tidak lebih dari 400 ton.</p>
<p>Selain itu, indikator ekonomi makro seperti suku bunga, kurs, apalagi indikator pasar modal, bisa secara langsung mempengaruhi harga emas. Jika ada tawaran menarik dari suku bunga, atau ada gairah di pasar saham, dan bisa juga di pasar obligasi, aliran dana bisa berpindah. Para pemburu keuntungan akan meninggalkan emas.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, jika pada akhirnya Anda memutuskan investasi di komoditas emas, jangan lupa mendiskon keuntungan nominal yang diperoleh dengan inflasi. Sehingga, yang didapat adalah keuntungan yang benar-benar riil atau nyata. Seandainya keuntungan yang diperoleh sesuai janji, katakanlah 15 persen, sementara inflasi rata-rata 6 persen, maka keuntungan yang riil adalah 9 persen.</p>
<p>Namun, melongok data 2005 dan 2009, setelah didiskon oleh inflasi, maka justru kerugian yang makin besar.</p>
<p>Selain itu, secara nominal perlu juga dikurangi untuk biaya penyimpanan jika ingin menyimpannya secara fisik atau biaya administrasi eandainya “dikuasakan” kepada manajer investasi.</p>
<p>Karena itulah, kenalilah lahan investasi sebelum masuk ke dalamnya. Dan pastikan, dana yang diinvestasikan adalah dana lebih (bukan biaya sehari-hari). Jangan sampai malah terjerembab. Selain itu, ingatlah baik-baik pesan Warren Buffet, magnet bisnis Amerika yang kekayaannya mencapai $ 39 miliar: “Never invest in a business you cannot understand.”</p>
<p>Buffett seolah ingin menegaskan, jangan sampai tersengat racun di balik rayuan manis investasi.</p>
<p><em>Herry Gunawan jadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat jadi konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya riset, sekolah, serta menulis.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=104&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/11/18/jangan-terlena-rayuan-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ymanajemen.files.wordpress.com/2011/11/harga_emas_perubahan__2_.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">harga_emas_perubahan__2_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masihkan Jogja Never Ending Asia&#8230;</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/10/09/masihkan-jogja-never-ending-asia/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/10/09/masihkan-jogja-never-ending-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 09:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Buat kita warga Jogja mungkin masih teringat beberapa tahun yang lalu kata-kata &#8220;Jogja Never Ending Asia&#8221;. Kita sering melihat diberbagai tempat, buku-buku, papan reklame dan lain-lain. Tapi saat ini sepertinya tulisan itu seakan hilang. Jarang kita jumpai lagi. Kemanakah Slogan Jogja tersebut? Kalau kita melihat dari makna kata tersebut sangatlah luar biasa. Saya melihat visi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=97&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat kita warga Jogja mungkin masih teringat beberapa tahun yang lalu kata-kata &#8220;Jogja Never Ending Asia&#8221;. Kita sering melihat diberbagai tempat, buku-buku, papan reklame dan lain-lain. Tapi saat ini sepertinya tulisan itu seakan hilang. Jarang kita jumpai lagi. Kemanakah Slogan Jogja tersebut?</p>
<p>Kalau kita melihat dari makna kata tersebut sangatlah luar biasa. Saya melihat visi yang hebat dari kata Jogja Never Ending Asia, yang artinya Jogja menjadi sebuah kawasan atau kota yang mengemuka di Asia. Apakah upaya menjadikan Jogja sebagai kota yang unggul di Asia dianggap tidak tercapai hingga Slogan tersebut dianggap sudah tidak layak lagi atau terlalu berat?</p>
<p>Kita bisa melihat negara tetangga di sekitar kita seperti Singapore dan Malaysia yang saat ini bisa dianggap sebagai sentra Asia, khususnya kawasan Asia Tenggara. Malaysia pun juga membuat slogan yang tidak jauh beda dengan kita Malaysia Truely Asia. Saya melihat positioning negara tetangga kita jelas, Singapore memposisikan diri sebagai pusat bisnis dan perdagangannya. Sedangkan Malaysia mengangkat citra negara mereka melalui wisata dan budaya. Meski sebenernya budaya itu bukanlah asli dari mereka tetapi ditiru dari Negri Indonesia tercinta Dimana Malaysia sangat lihai dalam mengkemas dan menjual negaranya ke wisatawan luar negri, Malaysia sangat lihai dalam mengkemas dan menjual negaranya ke wisatawan luar negri.</p>
<p>Nah yang menjadi pertanyaan kita dimanakah positioning Jogja, apakah keunggulan kompetitif Jogjakarta yang menjadikan Jogja bersinar di kawasan Asia. Pariwisata? perdagangan? industri? Budayanya?&#8230;atau yang lain?? Adakah karakter atau kekuatan yang yang sudah dimiliki oleh Jogja? Dan sudahkah keunggulan itu dipahamai oleh Pemerintah Jogja dan kemudian mewujudkan slogan itu menjadi sebuah kenyataan?</p>
<p>Saya melihat Jogja memiliki kekayaan yang luar biasa sebagai pusat kebudayaan khususnya Jawa. Keunikan dan keluhuran budaya Jogja ini sangat lah luar biasa. Sebenernya kalau kita sadar, Jogja mungkin lebih dari 1000 tahun yang lalu adalah kawasan yang berperadaban tinggi. Sebagai buktinya pada tahun 800 Masehi sudah dibangun candi termegah di dunia yaitu Borobudur. Candi Tertinggi ada prambanan. Dimana kawasan lain di belahan dunia masyarakatnya masih bodoh dan jahiliyah di kawasan Jogja masyarkatnya ternyata sangat cerdas. Namun entah apa kehebatan masa itu tiba-tiba hilang&#8230;seiring terjadinya berbagai bencana di Indonesia seperti ledakan Merapi dan Krakatau.</p>
<p><span id="more-97"></span>Harusnya kita angkat kembali kejayaan kita sebagai Pusat Kebudayaan. Kita perlu menyadari bahwa warisan budaya bukanlah suatu yang sifatnya statis atau sebuah peninggalan yang dikeramatkan. Tetapi budaya merupakan sesuatu yang dinamis bahkan bukan anti dengan modernisasi dan globalisasi. Budaya pun perlu didorong dengan kemajuan teknologi untuk semakin berkembang dan mendunia. Kita harus menemukan Mutiara Hitam yang terpendam dalam lumpur yang bisa kita jadikan itu bersinar. Dengan demikian terciptalah icon-icon Jogja yang akan membuka mata dunia dan menjadi pengingat tentang Jogja. Jika orang menyebut Sake itu adalah dari Jepang. Bisa tidak Wedang Uwuh misalnya ketika di sebut orang di negara mana pun tahu itu adalah dari Jogja. Atau kalau disebut keramahan orang akan tahu bahwa itu Jogja. Bali kalau saya lihat telah berhasil memiliki positioning di kancah dunia. Mereka sering disebut “Surga Dunia” bahkan artis Richard Gere pun berkata demikian karena terpesona keindahan alamnya dan culture yang sangat dipegang teguh oleh masyarakat lokal.</p>
<p>Jogja oh Jogja&#8230;.mari bersama-sama kita cari kearifan lokal (wisdom) kita yang bisa menjadi magnet dunia. Kemudian kita pikirkan strategi marketing dan bagaimana membangun global brand. Tentunya peranan inti ada di  pemerintah Jogja sangat dibutuhkan untuk merealisasikan ini. Dan sangatlah penting dukungan dunia bisnis, akademisi, masyarakat dan individu dalam mendorong dan mempercepat misi tersebut.</p>
<p>Ini hanya sebuah pikiran dalam hati saya ketika mengingat Brand “Jogja Never Ending Asia” yang begitu jauh melangkah kedepan ternyata perlahan mulai terlupakan. Jika visi ini berhasil tentunya Jogja akan menjadi kota yang mengemuka bahkan tidak hanya dari aspek budaya, tetapi faktor lain seperti pariwisata, perdagangan, investasi dan lain-lain akan ikut terdorong. Dan tentunya akan meningkatakan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Jogja. Ayo kita ingat kembali dan wujudkan “Jogja Never Ending Asia” kota yang tidak pernah lekang di Asia.</p>
<p>(Oleh : Yuda Wicaksana Putra)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=97&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/10/09/masihkan-jogja-never-ending-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya kembali lagi</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/10/09/akhirnya-kembali-lagi/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/10/09/akhirnya-kembali-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 09:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Baru sadar terakhir tahun 2008 menulis di blog ini&#8230;ternyata lumayan lama juga ya, hampir tiga tahun. Akhirnya password dan usernamenya dapat teringat kembali setelah sekian banyak alternatif dicoba. Sekarang  mencoba aktif kembali menulis setelah lama tidak menuangkan pikiran dalam tulisan&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=95&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru sadar terakhir tahun 2008 menulis di blog ini&#8230;ternyata lumayan lama juga ya, hampir tiga tahun. Akhirnya password dan usernamenya dapat teringat kembali setelah sekian banyak alternatif dicoba. Sekarang  mencoba aktif kembali menulis setelah lama tidak menuangkan pikiran dalam tulisan&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=95&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2011/10/09/akhirnya-kembali-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Returning Customer</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/12/pentingnya-returning-customer/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/12/pentingnya-returning-customer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 07:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Orientasi perusahaan untuk mendongkrak sales adalah melakukan promosi besar-besaran untuk meningkatkan market share atau jumlah pembeli baru. Promosi memang penting dalam rangka memperkuat brand. Namun perlu diingat bahwa aktivitas promosi untuk menggaet market baru dibutuhkan brand education yang cukup sehingga promosi pun harus dilakukan secara gencar. Oleh karena itu pasti akan membutuhkan biaya yang sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=60&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orientasi perusahaan untuk mendongkrak sales adalah melakukan promosi besar-besaran untuk meningkatkan market share atau jumlah pembeli baru. Promosi memang penting dalam rangka memperkuat brand. Namun perlu diingat bahwa aktivitas promosi untuk menggaet market baru dibutuhkan brand education yang cukup sehingga promosi pun harus dilakukan secara gencar. Oleh karena itu pasti akan membutuhkan biaya yang sangat besar.</p>
<p>Perlu diketahui juga bahwa tingkat sales sangat dipengaruhi oleh pelanggan yang membeli ulang (returning customer). Bahkan pada umumnya 80% pendapatan dari sales berasal dari 20% pelanggan yang membeli kembali. Melihat hal itu maka tidak kalah penting bagi kita untuk melakukan treatment yang baik kepada para returning customer kita. Karena mereka lebih mencerminkan loyalty. Sebaiknya perusahaan memiliki database pelanggan yang dapat membantu marketing dalam memilah customer berdasarkan intensitas transaksi, pola/perilaku pembelian dan juga respon terhadap program-program yang kita lakukan.</p>
<p>Berbagai cara dapat kita lakukan dalam meretain para returning customer yang kita miliki, seperti program membership, special price, gift dan program-program lain yang memberikan nilai tambah bagi customer. Melalui special treatment tersebut akan membentuk relationship marketing yang akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.</p>
<p><span id="more-60"></span>Customer yang sudah loyal sebenarnya cenderung tidak terlalu terpengaruh dengan price (harga). Contohlah ketika kita memiliki kartu perdana untuk Operator X, dan pada saat itu operator lain melakukan penurunan harga. Maka kita sebagai pelanggan yang loyal tidak akan terlalu merespon atau untuk segera berpindah ke lain hati.<br />
Pada umumnya perusahaan pun memiliki budget anggaran yang sangat terbatas. Maka dengan itu penting sekali bagi kita untuk tidak hanya berpikir promosi yang jorjoran namun menggarap market yang sudah didepan mata “existing”. Karena mereka pun pada umumnya ingin diperlakukan berbeda dibanding yang lain.<br />
Ditulis oleh,<br />
Yuda Wicaksana Putra</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=60&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/12/pentingnya-returning-customer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Pemasaran Word of Mouth (WOM)</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/12/strategi-pemasaran-word-of-mouth-wom/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/12/strategi-pemasaran-word-of-mouth-wom/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 07:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Pemasaran dari mulut ke mulut yang sering kita lihat disekitar kita itu lah Word of Mouth (WOM). Pemasaran yang simple, tidak membutuhkan biaya besar namun efektifitasnya sangat besar. Apalagi dengan behaviour masyarakat Asia khususnya Indonesia yang suka berkumpul dan bersosialisasi untuk bercerita akan hal-hal yang mereka sukai dan alami. Misalkan seorang ibu yang dulu ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=59&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Pemasaran dari mulut ke mulut yang sering kita lihat disekitar kita itu lah Word of Mouth (WOM). Pemasaran yang simple, tidak membutuhkan biaya besar namun efektifitasnya sangat besar. Apalagi dengan behaviour masyarakat Asia khususnya Indonesia yang suka berkumpul dan bersosialisasi untuk bercerita akan hal-hal yang mereka sukai dan alami. Misalkan seorang ibu yang dulu ketika anaknya masih bayi merasa cocok dan senang dengan susu formula tertentu untuk anaknya, maka dia pun akan terush berusaha merekomendasikan kepada rekan dan saudaranya. Oleh karena itu Word of Mouth pun bisa terjadi, meskipun dia saat ini sudah tidak membeli produk kita lagi.</p>
<p class="MsoNormal">Di era modern ini pun WOM tidak hanya dilakukan melalui <em>face to face</em>, namun sudah memanfaatkan teknologi yang ada contoh memberitahukan sesuatu ke teman melalui email dan juga website. Contoh ada seseorang menyukai produk ponsel brand <span> </span>tertentu kemudian dia menampilkan informasi dan mereview dalam website/blog dia. Tanpa sengaja orang tersebut sudah melakukan Word of Mouth.</p>
<p class="MsoNormal">Kunci utama dari WOM adalah kita harus memiliki opinion leader yaitu orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi sebuah keputusan (influencer). Para opinion leader pada umumnya akan lebih didengar karena mereka mungkin dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih. Opinion leader merupakan aset penting bagi perusahaan. Ketika kita dapat memuaskan mereka maka akan sangat menentukan efektifitas WOM yang kita lakukan.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-59"></span>Sering kita lihat perusahaan memfasilitas opinion leader atau memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencoba lebih dulu. Misalkan ketika perusahaan mengeluarkan produk mobil mereka kadang mengundang pembalap untuk merasakan dan memberikan opini terhadap produk tersebut. Diharapkan dari opini tersebut dia akan merekomendasikan kepada orang lain dan di sekitarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Memang sulit untuk melakukan assestment terhadap keberhasilan dan efektifitas dari WOM. Namun Dari beberapa hasil penelitian pun telah menunjukkan bahwa WOM sangat memberikan pengaruh. Paling tidak strategi pemasaran WOM ini dapat kita lakukan sebagai komplemen dari aktivitas promosi yang kita lakukan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ditulis oleh,<br />
Yuda Wicaksana Putra</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=59&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/12/strategi-pemasaran-word-of-mouth-wom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Manajemen Resiko (Risk Management)</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/09/pentingnya-manajemen-resiko/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/09/pentingnya-manajemen-resiko/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 05:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Saya menulis ini karena hari kemarin saya hampir saja mengalamai bencana besar. Ini bukan bencana gempa bumi, banjir bandang atau angin puting beliung lho. Tapi bencana karena kehilangan data penting di laptop. Dikarenakan notebook nya hang, terpaksa saya hard reset. Namun yang terjadi setelah itu outlook nya tidak bisa dibuka karena file outlook.pst yang merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=57&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menulis ini karena hari kemarin saya hampir saja mengalamai bencana besar. Ini bukan bencana gempa bumi, banjir bandang atau angin puting beliung lho. Tapi bencana karena kehilangan data penting di laptop. Dikarenakan notebook nya hang, terpaksa saya hard reset. Namun yang terjadi setelah itu outlook nya tidak bisa dibuka karena file outlook.pst yang merupakan archieve dari semua email hilang. Mungkin juga bisa disebabkan bad sector pada hardisk. Wah semua data penting saya selama 3 tahun hilang. File tersebut bahkan sudah berukuran 2Gigabyte lebih. Bagi saya ini merupakan bencara besar. Untung lah data itu bisa diselamatkan melalui beberapa tools, antara lain software Easy Recovery. Saya salut pada software ini karena sangat handal dalam penyelematan data kita yang hilang, meski hardisk kita sudah terformat bahkan partisi drive kita rusak. Padahal sebelum kejadian saya berencana untuk melakukan backup data ke DVD Rom. Karena saya sangat menyadari bahwa Harta Paling Berharga dalam notebook saya adalah CONTENT-nya (data dan file-file).</p>
<p>Namun itu lah bencana (Disaster). Bencana merupakan kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat merusak. Karena sifatnya yang tiba-tiba dan tidak diharapkan ini maka itu lah pentingnya perencanaan dalam mengantisipasi terjadinya bencana. Saya bayangkan kejadian di tsuname di Aceh. Semua infrarstruktur hancur yang tentunya ikut menghilangkan semua dokuman dan berkas-berkas. Kantor pemerintahan habis tersapu tsunami. Seandaianya data kependudukan, data pertanahan dll nya hilang maka proses pemulihannya dan aktivitas penyelamatannya akan sangat berat. Mungkin kondisi pemerintah Aceh waktu seperti membangun negara baru dari 0. Oleh karena itu penting sekali bagi pemerintah daerah memiliki data digital yang dapat dibackup secara mudah. Selain itu juga menyiapakan sistem yang mampu meminimalkan resiko ketika terjadi bencana (disaster recovery plan).</p>
<p>Sama seperti dalam organisasi bisnis, sekarang ini manajemen resiko sudah menjadi concern utama. Resiko sendiri pada dasarnya ada 2 sifat, pertama resiko yang sulit dikendalikan dan resiko yang dapat dikendalikan. Resiko yang sulit dikendalikan oleh perusaaan adalah kebakaran, pengrusakan/kriminal. Oleh karena itu untuk melindungi kita bisa gunakan Asuransi. Sedangkan resiko yang dapat dikendalikan misalkan resiko ketika membeli suatu perusahaan, meluncurkan produk baru, dll.</p>
<p>Saya sendiri belum pernah mengikuti seminar/workshop/kuliah mengenai manajemen resiko secara khusus sehingga pemahaman saya masih cukup kurang. Namun seingat saya dari sebuah buku yang pernah saya baca perusahaan harus lah proaktif dalam memperlakukan resiko. Perusahaan juga harus dapat melakukan assestment terhadap resiko dan jenis-jenisnya sehingga nantinya mereka dapat meminimalisir effort dan biaya ketika terjadi losses (kerugian). Contoh : jenis resiko karena Masalah kualitas, maka dampak awal adalah menarik kembali barang bahkan kehilangan pelanggan. Dampak akhir adalah kerugian keuangan dan menurunnya omset/laba.</p>
<p>Ada tahapan dalam pengendalian resiko, yaitu :</p>
<p>1. <strong>Kesadaran</strong> <strong>terhadap resiko</strong>; Intinya manajemen perusahaan harus menyadari bahwa dalam bisnis ada resiko. Resiko pun tidak hanya berdampak materi namun juga bisa bersifat strategis, misalkan adanya perubahan kebijakan pemerintah, perubahan tren teknologi atau mungkin dari faktor pelanggan. Dengan kesadaran ini maka diharapkan perusahaan bersifat proaktif dalam perencanaan pengendalian resiko</p>
<p>2.<strong> Menentukan prioritas</strong>; yaitu menetapkan resiko mana yang memiliki prioritas paling tinggi melalui identifikasi bahaya yang ditimbulkan. Langkah ini adalah upaya untuk mengaudit dan mengukur resiko.</p>
<p>3. <strong>Mencegah terjadinya resiko</strong>; langkah ini bisa dilakukan melalui<br />
- meminimalkan resiko di tiap aspek organisasi (produksi, pemasaran, keuangan, dll)<br />
- memindahkan resiko (seperti membeli asuransi untuk melindungi aset)<br />
- menyebarkan resiko (misal dengan portofolio, diversifikasi, membangun subsidiary, dll)</p>
<p>Di perusaaan yang sudah mapan, saat ini sudah banyak yang memiliki bagian khusus seperti Risk Manager yang berfungsi untuk identifikasi, assestmen, monitoring resiko dan membuat langkah dan kebijakan yang diperlukan. Namun memang profesi ini masih terbilang baru.</p>
<p>Mari kita aware terhadap resiko yang ada disekitar kita.</p>
<p>Ditulis oleh,<br />
Yuda Wicaksana Putra</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=57&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/09/pentingnya-manajemen-resiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Fungsi Kecepatan</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/03/strategi-fungsi-kecepatan/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/03/strategi-fungsi-kecepatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 01:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mengikuti seminar best practise E-Government di Audiotorium MM UGM yang dihadiri oleh Mentri Komunikasi &#38; Informatika RI Muhammad Nuh. Ada beberapa hal yang menarik saya tangkap dari ide pemaparan beliau. Beliau malah tidak banyak bercerita lebih dalam mengenai ICT ataupun egovernment namun beliau lebih mengajak kita berpikir untuk memperbaiki bangsa ini dan membangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=52&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya mengikuti seminar best practise E-Government di Audiotorium MM UGM yang dihadiri oleh Mentri Komunikasi &amp; Informatika RI Muhammad Nuh. Ada beberapa hal yang menarik saya tangkap dari ide pemaparan beliau. Beliau malah tidak banyak bercerita lebih dalam mengenai ICT ataupun egovernment namun beliau lebih mengajak kita berpikir untuk memperbaiki bangsa ini dan membangun optimisme dalam memajukan bangsa ini melalui penerapan ICT yang benar.</p>
<p>Pak Nuh, menyampaikan bahwa fenomena saat ini bukan besar mengalahkan yang kecil tapi adalah yang cepat mengalahkan yang lambat. Meskipun kita besar namun lambat bergerak maka akan kalah dengan kecil tapi cepat dan lincah.</p>
<p>Saya coba ilustrasikan dalam permainan tenis. Kalau kita melihat permainan Roger Federer petenis nomor 1 Dunia, dia seringkali mengalahkan musuhnya dengan ACE (satu kali pukul). Federer mengandalkan kecepatan pukulan yang sangat tinggi hingga lawan tidak bisa melakukan apa-apa. Kecepatan ini yang menjadi senjata andalan yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya.</p>
<p>Dalam dunia bisnis saat ini pun adalah seperti itu. Dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi maka orang yang mampu melakukan driving movement dan bergerak lebih cepat maka dia yang akan unggul dalam penguasaan market. Salah satu pendorong dalam menciptakan move yang cepat adalah melalui kolaborasi  dan networking yang luas. Semakin banyak network yang kita miliki maka kita akan semakin besar.  Contoh lah operator seluler bekerjasama dengan content provider untuk memberikan pelayanan bernilai tambah bagi pelanggannya, Citibank bekerjasama dengan telkomsel dalam memasarkan kartu kreditnya, Microsoft bekerjasama dengan ISV (Independent Software Vendor) untuk meluaskan produknya di berbagai negara/daerah, konsep outsourcing para pemain industri TI dan lain-lain.Ketika bisnis hanya berupaya menutup diri dan membangun eksklusivitas maka saya yakin akan kalah dengan mereka yang mudah berkolaborasi.</p>
<p>Kalau kita lihat lebih luas lagi mengenai bangsa kita ini yang  besar dan kaya raya akan sumber alam, namun kita jauh tertinggal jauh dengan negara kecil seperti singapore yang tanahnya hanya secuil dibandingkan Indonesia.Singapore tidak memiliki alam yang indah dan budaya yang beragam seperti Indonesia namun menjadi negara tujuan wisata dunia, Jepang hampir 70% tanahnya tidak bisa dijadikan lahan pertanian tapi tidak pernah kelaparan, pohon coklat tidak pernah tumbuh di Swiss namun mereka menjadi negara produsen permen coklat terbesar di dunia, Indonesia&#8230;??</p>
<p>Mari kita sikapi dan perbaiki bangsa ini</p>
<p>Ditulis oleh,<br />
Yuda Wicaksana Putra</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=52&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/04/03/strategi-fungsi-kecepatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Pertanyaan Ingin Jadi Enterpreneur</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/19/7-pertanyaan-ingin-jadi-enterpreneur/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/19/7-pertanyaan-ingin-jadi-enterpreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 01:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Saya cuplikan sebuah tulisan yang diambil dari Opini di Bisnis Indonesia. Yang menarik adalah ditulis oleh Ciputra sebagai pendiri Yayasan Ciputra Enterpreneur. Dengan keberhasilannya dalam menjalankan bisnis dia pun mendapat gelar penghargaan Enterpreneur of The Year 2007 oleh lembaga dunia E&#38;Y. Ciputra menyimpulkan bahwa enterpreneurship mengubah masa depan manusia menjadi lebih baik dan menciptakan kemakmuran. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=51&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya cuplikan sebuah tulisan yang diambil dari Opini di Bisnis Indonesia. Yang menarik adalah ditulis oleh Ciputra sebagai pendiri Yayasan Ciputra Enterpreneur. Dengan keberhasilannya dalam menjalankan bisnis dia pun mendapat gelar penghargaan Enterpreneur of The Year 2007 oleh lembaga dunia E&amp;Y.</p>
<p>Ciputra menyimpulkan bahwa enterpreneurship mengubah masa depan manusia menjadi lebih baik dan menciptakan kemakmuran. Hal ini mengingat latar belakang dia sadalah dari keluarga yang sangat sederhana.</p>
<p>Dia membuat panduan 7 pertanyaan penguji untuk menjadi seorang enterpreneur yang sukses, yaitu :</p>
<p><strong><em>Pertanyaaan 1 : Apakah Anda sangat passionate untu jadi seorang enterpreneur ?</em></strong><br />
Kalau anda ingin berhasil dalam enterpreneurship anda harus memiliki keinginan yang sangat besar, semangat baja dan percaya diri untuk jadi enterpreneur. Tidak bisa iseng-iseng menjadi enterpreneur, motivasi iseng-iseng tidak cukup kuat untuk menghadapi tantangannya. Anda harus rela dan berani bekerja dengan jam yang panjang, mencoba hal yang baru, tetap berusaha walau ditolak dan diabaikan, mau belajar dari kegagalan dan sebagainya.</p>
<p><strong><em>Pertanyaan 2 : Apakah anda melihat sebuah kesempatan besar melayani pasa secara kreatif</em></strong><br />
Banyak orang gagal dalam bisnis karena tidak melihat peluang secara kreatif. Mereka hanya mencopy keberhasilan orang lain tanpa menambahkan nilai-nilai kreatifitas ke dalam produknya. Kita harus memiliki kaca mata kreativitas untuk melihat begitu banyak peluan</p>
<p><strong><em>Pertanyaan 3 : Apakah Anda memiliki produk inovatif yang ketika anda tawarkan, prospek anda tidak mampu mengatakan tidak?</em></strong><br />
Sebuah produk inovatif memberikan nilai tambaha maksimum sedemikian rupa hingga konsumen tidak mampu mengatakan tidak ketika anda tawarkan. Oleh karena itu verifikasi asumsi-asumsi anda, lakukan uji pasar dan perbaharui terus ide anda sampai anda yakin pelanggan tidak sanggup mengatkan tidak ketika anda menawarkan</p>
<p><strong>Pertanyaan 4 : Apakah anda memiliki kapasitas untuk memenangkan persaingan secara efektif?</strong><br />
Pasar yang kita hadapi adalah pasar bebas ang membuka pintu lebar-lebar persaingan. Jangan pernah masuk ke sebuah pasar tanpa memperhitungkan apa yang sedang dan akan dilakukan oleh pesaing. Pastikan bahwa pelanggan akan memilih anda. Be better not behind, if you are not better be different. Kalau belum beter dan belum different pekerjaan rumah anda belum selesai</p>
<p><em><strong>Pertanyaan 5 : Apakah anda tahu bagaimana menghasilkan produk atau jasa yang ingin Anda pasarkan dengan cara yang paling efisien?</strong></em><br />
Setelah anda memastikan bahwa pelanggan dapat anda capai dan bisa puaskan maka pihak selanjutnya yang harus anda puaskan adalah pemegang saham dan karyawan perusahaan. Mereka harus anda layani dengan margin laba yang cukup untuk gaji dan dividen yang memuaskan. Oleh karena itu lakukanlah eksplorasi berbagai kemungkinan produksi yang terumurah namun dengan kualitas yang baik.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan 6 :  Apakah anda tahu cara nya mendanai keseluruhan usaha baru anda dengan biaya termurah serta resiko terendah sementara hasil terbaik tetap anda dapatkan?</strong></em><br />
Ada berbagai cara untuk mendanai sebuah usaha baru dan ada beragam besar resiko yang bisa terjadi. Abnda bisa meminjam uang dari keluarga, teman, tetangga atau dari bank. Anda bisa mengajak teman jadi pemegang saham atau mengundang modal ventura untuk ikut memulai usaha. Setiap pilihan memiliki plus dan minus tersendiri, hasil akhir dan resiko yang berbeda. Kembangkan berbagai alternatif dan pilih yang terbaik</p>
<p><em><strong>Pertanyaan 7 : Apakah anda siap menghadapi  tuntutan kerja keras, resiko gagal dan rugi? Tidak ada gading yang tak retak, tidak pernah ada rencana yang sempurna</strong></em><br />
Perubahan dapat terjadi kapan saja, oleh karena itu penyesuaian-penyesuaian harus dilakukan. Walaupun demikian resiko gagal atau rugi ataupun resiko malu karena gagal tetap ada. Lakukanlah kalkulas sebelumnya dan pastikan anda berani menghadapinya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=51&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/19/7-pertanyaan-ingin-jadi-enterpreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Understanding What Customer Want (Pahamilah Benak Pelanggan)</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/10/understanding-what-customer-want-pahamilah-benak-pelanggan/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/10/understanding-what-customer-want-pahamilah-benak-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 01:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/10/understanding-what-customer-want-pahamilah-benak-pelanggan/</guid>
		<description><![CDATA[Pemasaran dalam era kompetitif saat ini, tidak lah hanya berpikir bagaimana kita bisa menjual sebanyak-banyaknya. Kita sering menemukan para sales forces (tenaga pemasaran) berpikir bagaimana saya “meyakinkan atau membujuk” customer supaya membeli apa yang kita tawarkan. Hal ini yang akhirnya membuat kita melupakan apa yang dipikirkan (diharapkan) oleh pelanggan sesungguhnya. Kita pun kadang lupa memikirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=50&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemasaran dalam era kompetitif saat ini, tidak lah hanya berpikir bagaimana kita bisa menjual sebanyak-banyaknya. Kita sering menemukan para sales forces (tenaga pemasaran) berpikir bagaimana saya “meyakinkan atau membujuk” customer supaya membeli apa yang kita tawarkan. Hal ini yang akhirnya membuat kita melupakan apa yang dipikirkan (diharapkan) oleh pelanggan sesungguhnya. Kita pun kadang lupa memikirkan kenapa customer rela mengeluarkan uang mereka untuk membeli solusi yang kita tawarkan.</p>
<p>Pemahaman terhadap harapan customer merupakan pijakan kita membangun relationship marketing yang memiliki orientasi keuntungan jangka panjang. Memahami customer tidak lah hanya melihat kebutuhan pada masa saat ini saja, namun bagaimana kita memahami kebutuhan customer di masa depan. Kita bisa mengenali kebutuhan customer dengan memahami masalah dan hambatan yang dihadapi, rencana masa depan, inisiatif atau kesempatan yang belum diketahui. Dengan memahami kebutuhan masa depan maka kita tidak hanya pemenuhan kebutuhan tetapi juga menciptakan kebutuhan. Memang untuk mendapatkan pemahaman yang baik kita perlu menyediakan waktu untuk usaha yang lebih.</p>
<p>Untuk membawa customer kita pada kondisi masa baru di masa depan diperlukan pendorong tindakan yaitu dapat melalui membangun urgensi dan motif supaya customer mau berubah dan mendapatkan manfaat yang lebih besar di masa depan.</p>
<p>Dengan keberhasilan kita membawa customer kita berubah maka kita akan memperoleh keuntungan yang sustainable (terus menerus) dan jangka panjang.</p>
<p>Written By,<br />
Yuda Wicaksana Putra</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=50&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/10/understanding-what-customer-want-pahamilah-benak-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Best Customer Value</title>
		<link>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/02/best-customer-value/</link>
		<comments>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/02/best-customer-value/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 06:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/02/best-customer-value/</guid>
		<description><![CDATA[Paradigma saat ini strategi perusahaan tidak hanya pada bagaimana mengalahkan pesaing namun bagaimana menciptakan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dengan terciptanya kepuasan pelanggan maka akan mendorong mereka untuk menggunakan produk/jasa kita kembali. Customer value merupakan selisih antara customer received (yang diterima) dengan customer sacrifice (pengorbanan). Customer value adalah total manfaat yang diterima oleh customer baik tangible [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=41&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Paradigma saat ini strategi perusahaan tidak hanya pada bagaimana mengalahkan pesaing namun bagaimana menciptakan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dengan terciptanya kepuasan pelanggan maka akan mendorong mereka untuk menggunakan produk/jasa kita kembali.</p>
<p>Customer value merupakan selisih antara customer received (yang diterima) dengan customer sacrifice (pengorbanan). Customer value adalah total manfaat yang diterima oleh customer baik tangible maupun intangible dikurangi dengan pengorbanan yang dikeluarkan (expense). Semakin besar selisih maka akan lebih customer satisfaction.</p>
<p>Customer benefit merupakan kombinasi dari functional benefit maupun emotional benefit. Seperti yang kita tahu manusia adalah makhluk rasional maupun emosional. Functional benefit yang diperoleh konsumen adalah manfaat yang diperoleh dari fungsi produk/jasa yang dibelinya sesuai dengan harapan. Faktor-faktor yang bersifat functional antara lain kualitas, teknologi, kemudahan dan atribut lainnya. Sedangkan emotional benefit adalah manfaat yang diperoleh karena faktor intangible suatu produk/jasa. Emotional benefit dapat terbentuk dari merk impression, life style dan reputational.</p>
<p>Saya ambilkan contoh ketika saya sedang jalan-jalan ke Gramedia, saya melihat ada pena merek Mont Blanc yang harganya mencapai 7,5 juta. Saya yakin sekali bahwa pena tersebut memiliki fungsi yang sama dengan pena lainnya, namun kekuatan dari merk mampu memberikan nilai tersendiri bagi para customernya. Dalam dunia fashion terdapat produk-produk premium seperti Gucci, Versace, Prada dan lain-lain. Bahkan saat ini pun merek tersebut sudah merambah pada dunia komunikasi yaitu dengan dirilisnya ponsel bermerek Prada, Vertu dan lain-lain dimana harga nya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta. Penggunaan produk tersebut dapat menjadi cerminan gaya hidup seseorang. Emotional benefit dapat juga dibangun karena fakor trust pada produk/jasa, misalkan Garuda Indonesia tetap menjadi pilihan pertama dalam jasa penerbangan, hal ini disebabkan orang merasa lebih aman dibandingkan dengan yang lain.</p>
<p>Ketika pasar bukan lah price sensitif (sangat terpengaruh pada harga) maka akan mudah membangun emotional benefit. Terkadang yang kita jual bukan nilai sebenarnya namun adalah nilai yang ada dalam pikiran customer. Maka kita perlu memahami perspektif subyektif customer kita. Penciptaan best customer value ini juga mampu menghindarkan kita dari perang harga (price war).</p>
<p>Ditulis oleh,<br />
Yuda Wicaksana Putra</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ymanajemen.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ymanajemen.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ymanajemen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ymanajemen.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ymanajemen.wordpress.com&amp;blog=2514903&amp;post=41&amp;subd=ymanajemen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ymanajemen.wordpress.com/2008/03/02/best-customer-value/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1966028771b777f814e073cd667b9a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
