Strategi Pemasaran Word of Mouth (WOM)

Pemasaran dari mulut ke mulut yang sering kita lihat disekitar kita itu lah Word of Mouth (WOM). Pemasaran yang simple, tidak membutuhkan biaya besar namun efektifitasnya sangat besar. Apalagi dengan behaviour masyarakat Asia khususnya Indonesia yang suka berkumpul dan bersosialisasi untuk bercerita akan hal-hal yang mereka sukai dan alami. Misalkan seorang ibu yang dulu ketika anaknya masih bayi merasa cocok dan senang dengan susu formula tertentu untuk anaknya, maka dia pun akan terush berusaha merekomendasikan kepada rekan dan saudaranya. Oleh karena itu Word of Mouth pun bisa terjadi, meskipun dia saat ini sudah tidak membeli produk kita lagi.

Di era modern ini pun WOM tidak hanya dilakukan melalui face to face, namun sudah memanfaatkan teknologi yang ada contoh memberitahukan sesuatu ke teman melalui email dan juga website. Contoh ada seseorang menyukai produk ponsel brand tertentu kemudian dia menampilkan informasi dan mereview dalam website/blog dia. Tanpa sengaja orang tersebut sudah melakukan Word of Mouth.

Kunci utama dari WOM adalah kita harus memiliki opinion leader yaitu orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi sebuah keputusan (influencer). Para opinion leader pada umumnya akan lebih didengar karena mereka mungkin dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih. Opinion leader merupakan aset penting bagi perusahaan. Ketika kita dapat memuaskan mereka maka akan sangat menentukan efektifitas WOM yang kita lakukan.

Sering kita lihat perusahaan memfasilitas opinion leader atau memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencoba lebih dulu. Misalkan ketika perusahaan mengeluarkan produk mobil mereka kadang mengundang pembalap untuk merasakan dan memberikan opini terhadap produk tersebut. Diharapkan dari opini tersebut dia akan merekomendasikan kepada orang lain dan di sekitarnya.

Memang sulit untuk melakukan assestment terhadap keberhasilan dan efektifitas dari WOM. Namun Dari beberapa hasil penelitian pun telah menunjukkan bahwa WOM sangat memberikan pengaruh. Paling tidak strategi pemasaran WOM ini dapat kita lakukan sebagai komplemen dari aktivitas promosi yang kita lakukan.

Ditulis oleh,
Yuda Wicaksana Putra

3 thoughts on “Strategi Pemasaran Word of Mouth (WOM)

  1. Aswrwb.
    Mas, perkenalkan sy neisya,
    saat ini sy sedang menyusun skripsi ttg “pengukuran efektifitas word of mouth (WOM) marketing pada roti unyil venus bogor”
    sy kesulitan mencari referensi metode2 pengukuran efektifitas WOM marketing.
    hal apa sj yg dapat kita lihat untuk mengukur effektivitas promosi WOM Marketing.
    terutama pada usaha bakery yg proses wom nya terjadi secara alami (mksdnya tidak didahulukan oleh usaha bauran promosi, pemilik hanya yakin pada keunngulan produk yg informasi nya akan tersebar secara sendirinya).

    jika tidak memberatkan, saya sgt mengharapkan masukannya..
    mf, mudh2n masukannya dapat dikirim melalui email sy..
    muslimah_neisya@yahoo.com

    terimaksih banyak sebelumnya..

  2. strategi WOM memang paling dahsyat dan tidak menimbulkan esek esek. seperti yg kita lihat bagaimana IndonesiaUNITED berekembang…. setelah itu yg perlu disampaiakn adalah apa saha yang bisa menjadi alat analysis WOM itu sendiri… karena tools yg meng-analysis global cukup mudah tapi bagaimana jika bersifat local

  3. apakah pemasaran ini efektif pada semua segmen pasar? atau segmen tertentu saja? menurut saya memang pemasarn lewat mulut ke mulut cukup efektif, contohnya di bandung banyak UKM yang maju hanya karena sistem pamasaran ini, terutama untuk kaum hawa, dari mulai salon, tempat fashion sampai kuliner. namun saya masih ragu beberapa segmen pasar sulit di jangkau dengnan pemasaran ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s