Tujuan Revitalisasi Tugu Jogja malah menghilangkan space berFoto & memperbesar resiko kecelakaan

Melihat desain dari revitalisasi tugu Jogja yang saat ini sedang dikerjakan, saya sebagai warga Jogja yang suka fotografi menganggap salah satu tujuan revitalisasi Tugu ini yaitu menyediakan space/ruang foto malah menjadi tidak berguna bahkan berbahaya. Coba bayangkan dalam gambar tugu yang saat ini : dibuat pedestrian yang mengelilingi area rumput. Orang diharpakan nantinya akan berfoto di area pedestrian. Nah sekarang coba dibayangkan ketika si obyek di foto berdiri di pedestrian yang lebarnya 0,5m, lalu dimana si juru foto atau temannya yang mengambil gambar?? Jarak minimal pengambilan foto jika dia menggunakan kamera DSLR lensa standar 18-55mm maka jarak pengambilan foto supaya dapat sedikit background tugu paling tidak 1-1,2m. Jika kita gunakan lensa ultra wide (yang harganya mahal) pun paling tidak di jarak 0,95m. Padahal mayoritas masyarakat menggunakan kamera poket atau kamera ponsel maka ideal pengambilan foto berjarak 1,2 sd  1,5 m sehingga dia dapat memperoleh background tugu dengan baik.

Artinya apa? Karena si obyek sudah tidak bisa menempel di tugu dan dia harus pada posisi pedestrian maka si pengambil foto harus berada di Jalan. Dulunya ketika si obyek bisa nempel maka fotografer bisa di area Lampu DISCO (sebutan anak saya utk lampu warna warni di Tugu). Jika dia berada juga di pedestrian maka si obyek tidak akan mendapatkan gambar berlatar tugu. Padahal dengan adanya pembangunan area rumput dan pedestrian sudah mengurangi space jalan. Saya setiap hari lewat tugu ketika ramai, ban mobil saya pun sering menyentuh area yang saat ini ada lampu warna warni.  Jadi jelas akan sangat berbahaya bagi si pengambil foto karena mereka bisa kesrempet mobil.  Apakah dalam desain yang akan dibangun ini dan sudah beredar di media telah memikirkan hal ini.

Solusi yang memungkinkan jika “memaksakan”  tetap ada area rumput dan pedestrian maka perlu dibuat area si obyek. Saya coba gambarkan dengan menambahkan area dari desain yang sudah ada (liat gambar). Yaitu dibuat border ditengah kotak atau berbentu menyilang dipojok. Sehingga si fotografer bisa pada posisi pedestrian sedangkan si obyek di foto bisa berada di dalam area rumput tetapi tidak menginjak-injak/menyentuh tugu.

Saran juga mungkin sudah saatnya Jogja membuat Icon baru dan dibuatkan Landmark khusus berfoto supaya nyaman dan hasil foto yang baik. Atau memang kalau foto tugu ya dari jarak jauh/pinggir jalan seperti yang sekarang ini ada  patung punokawan. Secara pribadi saya berharap revitalisasi ini tidak menimbulkan kemacetan utamanya. Karena pada jam-jam tertentu terjadi antrian yang panjang dari tugu sampai dengan hotel Santika. Selain itu revitalisasi tugu perlu direncanakan dengan baik tidak tambal sulam dan memperhatikan ke-khasan Jogja sebagai kota budaya. Sampai saat ini saya masih bertanya kenapa di sekitar Tugu Jogja dikasih lampu warna-warni seperti Lampu DISCO. Sepertinya kurang pas saja sih dengan HERITAGE nya tugu.

Penting bagi pemerintah menyadari ketika para wisatawan berfoto kemudian dia publikasikan di facebook atau website, pada dasarnya mereka tanpa disadari telah membantu promosi wisata Jogja. Jadi mari kita perhatikan dan fasilitasi para wisatawan yang ingin mengabadikan kenangan indahnya di Jogja.

Mohon maaf kepada semua pihak jika opini saya ini salah atau kurang berkenan. Ini semua untuk kemajuan JOGJA

Salam dari warga Jogja

Yuda W Putra

tugurev1

Gambar Rencana Desain Tugu Jogja

tugurev4

Saya coba ambil foto orang-orang yang sedang berfoto di tugu saat ini. Mereka yang mengambil berjarak 2-3 m dari obyek

tugurev3

usulan terhadap desain yang ada (memberikan ruang bagi fotografer dan obyek)

usulan terhadap desain yang ada (memberikan ruang bagi fotografer dan obyek)

Alternatif foto di tugu jogja...sepertinya foto dari jauh lebih keren...dan tentunya aman (contoh model anak saya :D)

Alternatif foto di tugu jogja…sepertinya foto dari jauh lebih keren…dan tentunya aman (contoh model anak saya :D)

 

tugujogja

Terbukti akhirnya para pengunjung tugu pun tetap berfoto di jalan. Tujuan membuat space foto menjadi tidak bermanfaat  dan semakin mempersempit jalan

8 thoughts on “Tujuan Revitalisasi Tugu Jogja malah menghilangkan space berFoto & memperbesar resiko kecelakaan

  1. Tugu sbg icon kebanggaan Jogja..sudah selayaknya memang di pikirkan bener2 agar tidak terlalu sering di pugar..yang mana dalam pemugaran selalu menambah Jogja semakin macet… Dan juga selanjutnya Tugu untuk beberapa lama tidak bisa untuk berfoto..yang artinya mengecewakan wisatawan…
    saya yang bukan wisatawan saja kecewa..apalagi para wisatawan…

  2. “Tugu yang terletak di perempatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl. Pangeran Mangkubumi ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.” (http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Yogyakarta)

    Dengan menilik penjabaran di atas, tidak selayaknya tugu dipakai sebagai objek yang diinjak-injak untuk kepentingan narsis (foto-foto). Kalau mengambil foto Tugu sebagai landmark, tidak apa-apa. Yang penting jangan sampai menginjak-injak tugu mengingat nilai simbolik spiritual tugu tersebut.

  3. maaf mas,sy juga pribumi jogja,lahir 34 tahun yg lalu dijogja,,,menurut sy,pengambilan foto tugu bisa ambil dimana saja,asalkan penempatan si pengambil foto tepat,,sy juga penyuka fotografi,,tapi sy juga menyayangkan jika tugu jogja sbg cagar budaya yg dilindungi sekaligus identitas jogja,dirusak oleh tangan2 jahil seperti cat tugu mjd kotor terkena tangan si objek foto,,,coba bayangkan jika cat tugu mjd kotor,lusuh,,,,apa yg terjadi? jadi tujuan desain revitalisasi skg,utk membatasi tangan2 jahil tsb utk tdk sampai mengotori tugu…tks

    • sebenernya saya lebih menyoroti tujuan dari proyek tersebut dimana akan memfasilitasi mereka yang ingin berfoto dan menghindari supaya mereka tidak menempel tugu agar tidak mengotori bangunan tersebut. Namun jangan sampai ternyata di luar perkiraan, malah tidak bisa untuk foto. kalau seperti itu sekalian saja dilarang untuk berfoto di tengah jalan (di area tugu), dengan alasan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

      seperti yang terjadi kenapa sekitar tugu sekarang dirubah menjadi greenzone/rumput tidak lagi konblok batu-batu. ternyata mereka salah memperkirakan ternyata dengan model konblok kemarin tidak sesuai dengan tugu yang tidak memiliki pondasi dan berbahaya karena dapat membuat tugu retak/rusak diakibatkan getaran kendaraan. Nah makanya sekarang diganti dengan area rumput. artinya dulu bongkar2 yang menimbulkan kemacetan itu ternyata salah perhitungan…harapan saya kesalahan seperti itu jangan terulang kembali

      saya setuju dengan tujuan mencaga bangunan cagar budaya. tugu bukan sesuatu yang diskralkan yang penting dirawat sepantasnya. banyak landmark2 jogja lainnya yang perlu dipelihara untuk menambah cantiknya Jogja

      salam
      yuda

  4. saya rasa untuk pengambilan foto masih bisa dilakukan dengan membuat perhitungan waktu pengambilan foto dan waktu traffic light Mas.. sekarng traffic light-nya timernya agak lama, sehingga kita bisa memanfaatkan jeda yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s