Menjadi Wirausaha, Mau?

Ketika ditanya siapa mau menjadi Pengusaha? Pasti banyak yang akan menjawab mauuu… Ketika ditanya siapa yang mau menjadi Wirausaha? Banyak orang yang ragu-ragu. Padahal Wirausaha itu ya Pengusaha. Mungkin istilah Pengusaha terlihat lebih mentereng. Dan dalam bayangan kita Pengusaha itu orang-orang yang banyak uang, hidup mewah dan punya bisnis menggiurkan.

Kalau dari istilah Wira itu artinya Pejuang, Pahlawan atau Manusia Unggul. Sedangkan Usaha artinya bekerja atau berbuat sesuatu. Para wirausahawan itu memang layak disebut pejuang karena mereka mau memulai dari awal bersusah-susah dahulu. Mereka layak juga disebut Pahlawan karena dengan adanya mereka banyak orang menggantungkan nafkahnya dari apa yang ia kerjakan.

Pernah membaca data, bahwa Indonesia memiliki 400.000 wirausaha atau setara dengan 0.18% penduduk Indonesia. Ternyata sedikit sekali ya. Padahal untuk memajukan perekonomian suatu negara paling tidak ada 2% dari jumlah penduduk yang berwirausaha . Saya rasa survey ini cocok juga, ketika saya kuliah di UGM dari 160 mahasiswa kalau tidak salah hanya 1 orang yang setelah lulus kemudian nekat tidak bekerja dan merintis usaha.

Dengan adanya mata kuliah kewirausahaan yang menjadi mata kuliah unggulan semoga, jumlah lulusan yang kemudian mau berkorban menjadi Job Maker bisa lebih banyak.

Kira-kira apa sih keuntungan menjadi Pengusaha?

Yang jelas pertama “kebebasan waktu”. Jika ada orang bermain golf pagi-pagi jam kerja tentu pasti bukan PNS ataupun karyawan swasta. Pasti itu pengusaha. Time freedom, itu yang pasti didapat seorang pengusaha. Yang mengatur waktu adalah dirinya sendiri. Bagi family lover tentu menyenangkan karena dia memiliki banyak waktu dengan keluarga terutama anak-anak yang kita sayangi.

Keuntungan yang berikutnya adalah Pengusaha “bebas mengaktualisasikan ide/gagasan dan idealismenya”. Tak terbatasi lagi oleh arahan atasan seperti jika dia bekerja. Kalau dari sisi benefit ekonomi “peluang memperoleh keuntungan akan maksimal” karena apa yang menjadi keuntungan perusahaan adalah keuntungan dia sebagai pemilik perusahaan.

Dan satu lagi yang menarik sekarang ini, pengusaha-pengusaha banyak yang menjadi socialpreneur. Mereka banyak membantu orang disekitarnya lewat aksi-aksi sosial. Saya ada teman pengusaha, yang juga Pemenang Wirausaha Muda Mandiri, pemilik Kedai Digital. Melalui akun twitter dia, berhasil mengumpulkan uang 10 Milyar melalui Sedekah Rombongan yang digunakan untuk membantu orang-orang sakit yang tidak mampu berobat. Mereka bantu tanpa rumit. Subhanallah… Ternyata mereka para pengusaha-pengusaha dan berkontribusi menjadi value creator secara luas.

Nah selain ngomong Keuntungan juga harus tahu Kekurangan atau Resiko nya. Kira-kira apa ya?

Pertama, “pendapatan tidak pasti dan beresiko”. Kalau kita kerja kita mendapatkan kepastian (keamanan), sedangkan ketika menjadi pengusaha / wirausaha yang menentukan ya dari apa yang kita kerjakan. Ketika kita tidak mengelola dengan baik, bisa jadi kita tidak punya pendapatan. Meskipun kita kesusahaan sedang BU (butuh uang), kita pun masih memikirkan karyawan-kaeyawan kita yang juga butuh uang untuk digaji. Terpaksa sebagai pengusaha yang bertanggung jawab kita pun harus siap mengalah demi memenuhi kewajiban kita menggaji orang. Oleh karena itu pada umumnya “kualitas hidup para wirausaha ini masih rendah sampai dengan usahanya berhasil”.

Para wirausaha ini juga terkadang harus bekerja keras tanpa mengenal batas jam kerja. Jika memang harus diselesaikan demi perusahaan dapat proyek / omset, wirausaha kadang harus kerja sendiri membuat proposal hingga dini hari atau bahkan tidak tidur. Kalau karyawan tentu cukup bekerjasa saja sesuai dengan jam kerja, saatnya pulang ya pulang, atau ketika harus kerja lebih ya selama ada lemburan oke-oke saja.

Resiko pengusaha adalah tanggung jawab yang sangat besar, banyak keputusan yang harus dibuat. Oleh karena itu pengusaha dibutuhkan sifat prudent (hati-hati), karena yang dia putuskan menyangkut nasib orang banyak.

Mungkin itu sekilas gambaran keuntungan dan resiko menjadi seorang wirausaha. Yang harus disadari sejak awal menjadi wirausaha adalah kita akan terjun ke nature yang uncertainty. Alamnya pengusaha adalah ketidakpastian. Yang pasti dari dunia bisnis adalah Ketidakpastian. Namun ketidakpastian ini bisa kita minimalisirkan menjadi sesuatu yang lebih terukur. Hindari usaha yang terlalu spekulatif. Oleh karena itu bisnis harus terukur, terutama target finansial dan growthnya. Makanya akan lebih baik jika sebelum memulai bisnis kita membuat perencanaan bisnis yang matang atau istilah kerennya Business Plan. Di dalam rencana bisnis ini kita menyiapkan produk kita dan keunggulannya, strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan, kebutuhan modal dan target pendapatan dan keuntungan.

Tapi saran jangan telalu terjebak disibukkan membuat business plan yang luar biasa, tetapi gak jadi-jadi actionnya. Biasanya Dosen Ekonomi jago membuat business plan tetapi tidak banyak yang berani menjalankannya😀. Satu hal penting dalam bisnis adalah Action!

3 Prinsip memulai bisnis : Dream Big (bermimpi menjadi besar), Start From Small (mulailah dari yang sederhana), Act Now (jalankan). Selamat bergabung menjadi Wirausaha. Semoga Sukses!

Ditulis oleh : Yuda Wicaksana Putra

url

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s